23 Mei, 2009

SSG Denpasar

Perayaan Easwaramma Day


Rabu, 6 Mei 2009 (Keutamaan Bunda Easwaramma)

Sai Study Group Denpasar mengadakan serangkaian acara untuk memuliakan Bunda Easwaramma, ibunda dari Bhagavan Sri Sathya Sai Baba. Acara yang dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2009 bertepatan dengan Easwaramma Day, diawali dengan Bhajan pada pk. 18.30 Wita, yang dipimpin oleh Sai Balvikas Sai Study Group Denpasar. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Keutamaan Bunda Easwaramma oleh Sis Yuli Santosa, dan dilanjutkan dengan Pentingnya Peranan Ibu yang disampaikan oleh Sis Sisca Novianti Yupardhi. Acara yang sebagiann besar dihadiri oleh anak-anak dan para orang tua ini berlangsung dengan baik sekali, sesekali anak-anak melontarkan jawaban yang lucu pada saat diadakan interaktif dengan mereka. Selanjutnya beberapa anak Balvikas menyampaikan pengalaman mereka selama mengikuti program Balvikas di Sai Study Group Denpasar, serta manfaat yang telah mereka dapatkan dari program ini. Anak-anak yang pada awalnya tidak berminat pada program ini, sekarang justru bisa menjadi contoh yang baik bagi teman-temannya yang lain, sehingga mendorong anak-anak lain untuk mengikuti program Balvikas ini. Selain dari anak-anak, orang tua juga menyampaikan manfaat dari program ini bagi anak-anak mereka. Pada dasarnya dari program Balvikas ini, ada banyak hal yang mereka dapatkan.

Selanjutnya diadakan renungan, dilanjutkan dengan Aarathi, dan seluruh rangkaian acara pada malam itu ditutup dengan anak-anak sujud di kaki kedua orang tua mereka.


Sabtu, 23 Mei 2009 (Program Budaya)

Pada tanggal 23 Mei 2009 Sai Study Group Denpasar mengadakan Malam Pentas Seni serangkaian dengan Perayaan Easwaramma Day. Acara yang dimulai pada pk. 18.30 Wita ini diawali dengan Bhajan yang dipersembahkan oleh anak-anak SD Sathya Sai Indonesia Denpasar, selanjutnya Sambutan dari Ketua SSG Denpasar Bapak Made Suasti Puja.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Pembacaan Sloka, oleh Sai Balvikas Sai Study Group Denpasar. Setelah itu, drama tari dengan tema “Keyakinan, Bhakti, dan Pelayanan menuju Tuhan, dibawakan dengan sangat apik sekali oleh Sai Balvikas SSG Denpasar.


Diceritakan dalam sebuah ashram, guru sedang memberikan pelajaran tentang kehidupan kepada murid-muridnya. Pertanyaan pertama yang mereka tanyakan adalah,”Kenapa dalam setiap kegiatan selalu diawali dengan mantra Ganesha?” Oleh pertanyaan tersebut, Guru memberikan jawaban dengan menampilkan Tari Ganesha yang dipersembahkan oleh anak-anak TK dan SD Sathya Sai Denpasar. Demikian seterusnya, drama tari ini dikemas dengan gaya bertanya oleh murid, dijawab oleh guru dengan persembahan Drama dan Tari, yaitu sepenggal Drama Ramayana yang mengisahkan pada saat Sri Rama, Laksmana, dan Dewi Sita dalam pembuangan di hutan, sampai kemudian Sita diculik oleh Rahwana, tarian Rasa Vilola, Drama Siwa, serta Drama Tukang Cukur. Drama tari ini ditutup dengan persembahan Lagu Sai Bhajana Bina oleh Sai Balvikas SSG Denpasar. Akhirnya seluruh rangkain Malam Pentas Seni ini ditutup dengan Aarathi oleh Ketua SSG Denpasar, Bapak Made Suasti Puja.




Report By : Sis.Yuli Santosa, Foto; Bro. Wayan Wijania

28 Februari, 2009

SSG DENPASAR

PELATIHAN GURU BALVIKAS DAN PENDIDIKAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN
Sai Study Group Denpasar 28 Februari, 1 Maret, 4 Maret, 6 Maret, dan 9 Maret 2009


Hari Pertama, 28 Februari 2009

Sai Study Group Denpasar kembali mengadakan Pelatihan Guru Balvikas dan Pendidikan Nilai-nilai Kemanusiaan, dengan tujuan untuk membentuk Guru Balvikas dan PNK SSG Denpasar. Acara yang dibuka oleh Bapak Made Suasti Puja selaku Ketua SSG Denpasar pada hari Sabtu, 28 Februari 2009 pk. 17.00 Wita dihadiri lebih dari 40-an peserta baik dari kalangan youthvikas maupun ibu-ibu mahilavibag. Materi pertama disampaikan oleh Sis Wirawati yaitu “Performance dan Communication Skills” selama kurang lebih 1 jam dan materi kedua disampaikan oleh Bapak Anuraga Duarsa. Dalam sesi tanya jawab selanjutnya, pertanyaan mendasar yang disampaikan oleh para peserta adalah bagaimana cara menghilangkan grogi pada saat mengajar serta bagaimana cara menghadapi anak-anak yang hiperaktif. Seluruh pemateri dalam pelatihan ini (Bapak Anuraga Duarsa, Bapak Dewa Nyoman Dana, Bro Permadi, Bro Wijania, Sis Wirawati, dan Sis Yuli Santosa) menjawab pertanyaan yang diajukan oleh seluruh peserta. Sebelum pelatihan hari pertama ini berakhir, peserta diberikan penugasan untuk membuat Lesson Plan (Rencana Pengajaran), dan pelatihan berakhir pada pk. 21.00 Wita.


Hari Kedua, 1 Maret 2009

Keesokan harinya pada tanggal 1 Maret 2009, Pelatihan Guru Balvikas dan PNK ini dilanjutkan kembali dengan materi Lima Teknik Pengajaran disampaikan oleh Bro Permadi, Pentingnya Vegetarian disampaikan oleh Bapak Dewa Nyoman Dana, Holistic Learning disampaikan oleh Bro Wijania, dan Penyusunan Lesson Plan disampaikan oleh Sis Yuli Santosa. Acara yang berlangsung dari pk. 09.00 – 15.30 Wita ini, diakhiri kembali dengan penugasan yaitu Penyusunan Lesson Plan.



Hari Ketiga, 4 Maret 2009

Setelah lengkap mendapatkan materi tentang dasar-dasar menjadi Guru Balvikas dan PNK, hari ketiga pelatihan ini diisi dengan workshop. Para peserta diberikan contoh bagaimana cara mengajar Balvikas, dimana pada kesempatan tersebut pemateri sebagai Guru Balvikas dan peserta sebagai anak-anak Balvikas. Workshop diawali dengan duduk hening yang dibawakan dengan sempurna sekali oleh Bro Wayan Wijania, kemudian bercerita oleh Sis Yuli Santosa, lagu oleh Sis Wirawati, dan permainan oleh Bro Permadi. Dalam kesempatan tersebut, pemateri benar-benar diuji kesabarannya oleh para peserta, karena para peserta pada saat itu, benar-benar berlaku seperti anak-anak Balvikas. Setelah memberikan contoh bagaimana mengajar Balvikas, disampaikan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam lima teknik pengajaran Balvikas/ PNK. Sebelum berakhir, para peserta dibagi dalam kelompok, untuk praktek mengajar pada hari berikutnya. Pelatihan hari ketiga yang dimulai pada pk. 17.00 Wita dan berakhir pada pk. 21.15 Wita tersebut, diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh peserta.


Hari Keempat, 6 Maret 2009

Hari keempat pelatihan, 6 Maret 2009 diisi dengan praktek mengajar, sesuai dengan pembagian kelompok masing-masing. Keseluruhan peserta mempraktekkan apa yang telah mereka dapatkan selama tiga hari pelatihan. Pada kesempatan tersebut, kelompok peserta yang tampil sebagai Guru Balvikas, diuji kesabarannya oleh peserta lainnya yang berpura-pura sebagai anak-anak Balvikas. Kegiatan yang berlangsung dari pk. 17.00 – 21.00 Wita ini diikuti dengan penuh semangat oleh seluruh peserta.


Hari Kelima, 9 Maret 2009

Hari terakhir pelatihan, 9 Maret 2009 dilanjutkan dengan praktek mengajar, bagi kelompok yang belum tampil di hari sebelumnya. Sebelum makan siang, disampaikan pengalaman-pengalaman selama menjadi Guru Balvikas oleh Bro Permadi dan Bro Wijania.

Setelah makan siang, dilanjutkan dengan pembagian sertifikat pada seluruh peserta. Untuk peserta putra, sertifikat dibagikan oleh Bro Permadi, dan untuk peserta putri sertifikat dibagikan oleh Ibu Putu Shinta Sutami yang kebetulan hadir pada acara tersebut. Kekhusyukan terjadi pada saat pembagian sertifikat tersebut. Para peserta duduk dengan rapi menghadap ke altar, satu persatu nama mereka dipanggil, kemudian mereka menyalakan lilin dan lilin tersebut diletakkan di nampan yang telah disediakan, sujud dihadapan kaki padma Bhagavan, menerima sertifikat, kembali sujud, kemudian kembali duduk di tempat semula dengan rapi. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan dari peserta selama mengikuti pelatihan ini, di bagian putra disampaikan oleh Bro Andika dan di bagian putri disampaikan oleh Ibu Risky. Setelah penyampaian kesan dan pesan dari peserta, acara ditutup oleh Koordinator Bidang Pendidikan Sai Study Group Denpasar, Ni Ketut Yuli Santosa, mewakili Ketua Sai Study Group Denpasar. Dalam kesempatan ini, diberikan penghargaan kepada 13 peserta terbaik dalam pelatihan tersebut. Walaupun tidak dibentuk panitia dalam kegiatan ini, seluruh rangkaian kegiatan dari awal sampai akhir berlangsung dengan baik dan seluruh peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh bersemangat. Akhirnya seluruh rangkaian kegiatan Pelatihan Guru Balvikas dan PNK SSG Denpasar ditutup dengan Aarathi oleh Ibu Putu Shinta Sutami.



Swami Bersabda;


Akhir dari pendidikan adalah karakter. Tanamlah benih kebaikan, Cabutlah rumput kejahatan, Pupuklah dengan Iman. Pendidikan adalah proses penyemaian. Kita harus menanam benih yang sehat dan kuat di ladang batin agar dapat memperoleh panen buah-buahan yang berharga secara berlimpah

-BABA-


Pendidikan haruslah tidak dianggap sebagai proses mengisi kantong kosong, kemudian menuangkan isinya keluar sehingga kantong itu kosong lagi. Bukan kepala yang harus diisi melalui pendidikan. Hatilah yang harus dibersihkan, diperluas, dan diterangi. Pendidikan adalah untuk hidup, bukan untuk sekedar mata pencaharian.

-BABA-

Cukup engkau menjadi Guru Balvikas, Engkau tidak perlu melakukan sadhana yang lain, karena apa yang akan engkau ajarkan kepada anak-anak, engkau harus melakukannya terlebih dahulu.

-BABA-